



|
Berita seputar Si-KinClong
|
Jasa Penatu Kiloan Karena Malas Mencuci |
|
|
|
|
Written by Harian Umum Pikiran Rakyat
|
|
Tuesday, 12 February 2008 |
Suara mesin cuci dan harum pewangi pakaian memenuhi ruang depan berukuran 3 x 3 meter persegi. Dua orang datang seraya membawa setumpuk pakaian kotor yang dimuat dalam dua kantong plastik. Seorang perempuan siap melayani untuk menimbang berat cucian, "Lima kilo Teh. Dihitung dulu jumlah pakaiannya."
Selesai menghitung, dua orang tadi mendapat tanda bukti untuk mengambil hasil cucian. Begitulah aktivitas sehari-hari di laundry kiloan (penatu) Si-Kinclong yang selalu ramai.Berawal dari keinginan Dini Wahyuni untuk memiliki bisnis yang diharapkan selalu ramai sepanjang tahun tanpa mengenal musim, dia terpikir untuk memulai usaha laundry . "Karena orang akan selalu butuh pakaian bersih dan ingin yang praktis di sela-sela kesibukannya," ungkapnya. |
|
Last Updated ( Monday, 10 November 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Cuci Lebih Hemat dan Kinclong |
|
|
|
|
Written by Tribun Jabar
|
|
Wednesday, 06 February 2008 |
 Si-KinClonG at Media URUSAN cuci mencuci merupakan kebutuhan setiap orang. Namun sering kali karena kesibukan membuat orangtak sempat mencuci pakaian.Tapi kini tak perlu khawatir lantaran banyak pilihan jasa cuci atau laundry.Banyaknya pilihan jasa cuci membuat orang harus cermat memilihnya. Akhirnya murah, tetapi tentunya harus bersih dan tepat waktu. Hal inilah salah satunya yang disiapkan jasa cuci kiloan / laundry kiloan Si Kinclong di Jalan Purwakarta 104, Antapani, Bandung. Di tempat ini, kesempatan mencuci lebih mudah dan praktis. Bahkan terasa lebih murah dibandingkan dengan yang lain.Ini karena sistem kiloan yang ditetapkan memudahkan konsumen. Setiap pakaian ditimbang dulu dan dikenakan tarif mulai Rp. 3.000 per kilogram/sangat terjangkau. |
|
Last Updated ( Sunday, 09 November 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Saya Membuat Usaha yang Diperlukan Setiap Saat |
|
|
|
|
Written by Tribun Jabar
|
|
Wednesday, 06 February 2008 |
 Si-KinClonG at Media SEBELUM memutuskan mulai berbisnis, banyak orang terlebih dahulu mempertimbangkan aneka ragam bidang yang hendak ditekuninya. Bisa bidang makanan, minuman, pakaian atau jasa, semua meiliki keunggulan tersendiri. Lain halnya bagi Deddy Armyadi (36), pemilik jasa laundry kiloan / cuci kiloan Si-Kinclong di Jalan Purwakarta 104 Bandung. Dedy memiliki kiat unik saat memilih terjun ke bisnis ini.“Sebelumnya saya sudah bisnis bidang lain, tapi bisnis itu saya perkirakan akan menurun. Sehingga saya berpikir untuk mencari bidang usaha lain. Selanjutnya, saya memikirkan mencari usaha yang tetap diperlukan setiap saat, “ tutur suami Dini Wahyuni ini. |
|
Last Updated ( Sunday, 09 November 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Paradigma Bisnis di Era Millenium |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 28 January 2008 |
|
ZAMAN semakin maju, dan waktu terasa cepat. flu barangkali, yang kita rasakan saat ini. Maka, agar kita tidak ketinggalan zaman, sebaiknya entrepreneur harus lebih mampu bergerak cepat. Lebih proaktif, dan berani mengambil risiko. Dengan dernikian, kita akan lebih mudah mengantisipasi kemungkinan munculnya berbagai kendala bisnis yang mungkin terjadi. Bukan, bersikap seperti dulu, yang hanya reaktif dan menghindari risiko.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 29 January 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Menjadi Boss Bagi Diri Sendiri |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 28 January 2008 |
|
Anda mulai panas? Anda pikir Anda sudah mempunyai apa yang diperlukan untuk menjadi seorang wiraswastawan? Anda sudah baca semua kisah sukses tentang orang lain dan itu membuat anda ”kepanasan”? Benar, pembaca, kalau itu terjadi, tiba saatnya untuk menjadi boss bagi diri Anda sendiri. Tapi, apakah Anda sudah siap meninggalkan pekerjaan yang bagus dan nyaman dengan gaji bulanan, kantor modern, sekretaris yang efisien, dan perasaan aman yang datang pada saat anda bekerja untuk sebuah organisasi yang mapan?
|
|
Last Updated ( Tuesday, 29 January 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Masa Depan itu Miliknya Sang Pemberani, Inovatif, dan Punya Jiwa Wirausaha |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 28 January 2008 |
|
Wah, dunia usaha berkembang pesat! Begitu mungkin, kata-kata yang Anda lontarkan, andai Anda “orang baru” dalam sebuah bidang usaha. Kian dalam, Anda masuki dan dalami sebuah bidang bisnis, kian banyaklah hal baru yang Anda lihat. Apa yang lima tahun lalu belum ada, saat ini sudah begitu massal dan eksis di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, kejayaan yang diraih pengusaha semasa orangtua kita, dalam perjalanan waktu, mejadi “bisnis kuno” yang tersisa kejayaannya dalam kisah-kisah belaka, karena the real bussiness mereka sudah tumbang atau sedang diambang kehancuran. Sudah muncul wirausahawan baru, dengan jurus-jurus barunya yang mulai merajai bidang usaha yang ditanganinya. Usahawan seperti apa, yang berkesanggupan membangun dan mengelola kebaruan demi kebaruan seperti itu? Pasti, ia termasuk pribadi yang gigih, wawasannya luas, kemauannya besar.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 29 January 2008 )
|
|
Read more...
|
|
| |
|