
|
Tips Merawat Baju 2. Cuci Seperti Petunjuk |
| Home |
| Tentang Kami |
| Berita Si-KinClonG |
| Konsultasi Bisnis |
| Showroom Si-KinClonG |
| Galeri Si-KinClonG |
| Kontak Kami |

| Saya Membuat Usaha yang Diperlukan Setiap Saat |
|
|
|
| Written by Tribun Jabar | |
| Wednesday, 06 February 2008 | |
![]() Si-KinClonG at Media “Sebelumnya saya sudah bisnis bidang lain, tapi bisnis itu saya perkirakan akan menurun. Sehingga saya berpikir untuk mencari bidang usaha lain. Selanjutnya, saya memikirkan mencari usaha yang tetap diperlukan setiap saat, “ tutur suami Dini Wahyuni ini.
Usaha tersebut, harus yang diperlukan setiap orang. Baik musim hujan maupun saat libur, harus tetap dibutuhkan. Jasanya pun harus bisa dinikmati semua. Dengan pertimbangan itu Deddy memilih jasa cuci pakaian untuk bisnisnya. Ia membuka jasa cuci yang pengerjaannya berdasarkan ukuran kilogram pakaian kotor. Tarif mencuci dihitung setelah pakaian ditimbang. “Ini berbeda dengan jasa cuci biasa yang dihitung satu helai pakaina untuk dicuci. Dengan sistem pakaian ditimbang, konsumen bisa membawa semua pakaiannya. Sehingga terasa lebih murah, praktisa dan sederhana”, ujar Deddy. Pilihan bisnis ini dinilai tepat. Terbukti, sejak dua tahun beroperasi, omzetnya tak pernah turun. Dimulai dengan dua mesin cuci dan dua pengeringini Deddy telah memiliki 14 mesin cuci dan pengering. Kinclong juga telah memiliki lima cabang di beberapa tempat. Saat ini di cabang utama dalam cuciannya lebih dari 100 kilo perhari. diantara cabang cabang yang ada menggunakan sistem franchise laundry kiloan / franchise cuci kiloan. Meningkatkan bisnisnya, Deddy selalu memberi layanan prima serta ketepatan waktu bagi konsumen. Barometernya, pakaian harus benar-benar bersih, dan memberi janji kepada konsumen dengan benar. Deddy juga membuat beberapa pilihan bagi konsumen untuk jasa cucinya diantaranya jenis normal. Cuci + setrika atau ekspres. Mengenai bisnis yang digelutinya dan bisnis secara umum Deddy memberi beberapa tips. Menurutnya bisnis harus fokus dan mencari tempat strategis, bisnis harus memelihara konsumen, jadi jangan terkecoh dengan suasana yang ramai saat membuka usaha.Ini agar pelanggan bisa berkelanjutan. Usaha juga jangan berorientasi hobi tapi harus bisa jadi tumpuan hidup. “Serta harus menyiapkan usaha sampingan seperti yang saya lakukan. Karena ada beberapa bisnis yang memiliki titik jenuh,” ujarnya. (dar/adv) |
|
| Last Updated ( Sunday, 09 November 2008 ) |
| Next > |
|---|
| Jasa Penatu Kiloan Karena Malas MencuciTuesday, 12 February 2008 | Harian Umum Pikiran Rakyat Selengkapnya... |
| Berita Lainnya... |